Selamat Datang Sahabat and Thank's For Visiting Here...!!

Bosan Hidup

Sabtu, 14 September 20130 komentar

Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru ngaji,

“Ustad, saya sudah bosan hidup. Sudah
jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun
yang saya lakukan selalu berantakan. Saya
ingin mati.”
Sang Ustad pun tersenyum, “Oh, kamu
sakit.”
“Tidak Ustad, saya tidak sakit. Saya sehat.
Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu
sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Ustad meneruskan,
“Kamu sakit. Dan penyakitmu itu
sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu
alergi terhadap kehidupan.”
Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.
Kemudian, tanpa disadari kita melakukan
hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan.

Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita
menginginkan status-quo.

Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit.
Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir
bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya.
Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar,
lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang
langgeng, yang abadi dalam hidup ini?

Kita tidak menyadari sifat kehidupan.
Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa
dan menderita.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal
kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar
sang Ustad.

“Tidak Ustad, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin
hidup.” pria itu menolak tawaran sang Ustad.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu
betul-betul ingin mati?”
“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati.
Ambillah botol obat ini. Setengah botol
diminum malam ini, setengah botol lagi
besok sore jam enam, dan jam delapan
malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Ustad yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Tapi ustadz yang satu ini
aneh. malah Ia bahkan menawarkan
racun. Tetapi, karena ia memang sudah
betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung
menghabiskan setengah botol racun yang
disebut “obat” oleh Ustad edan itu.
Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana
tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan
terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang.
Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir.
Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil
makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget!

Sebelum tidur, ia mencium
istrinya dan membisiki di kupingnya,
“Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin
meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka
jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan
angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia
tergoda untuk melakukan jalan pagi.
Pulang kerumah setengah jam kemudian,
ia menemukan istrinya masih tertidur.
Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.
Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas,
apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang,
bersalaman dengan setiap orang.
Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita
kok aneh ya?”
Dan sikap mereka pun langsung berubah.
Mereka pun menjadi lembut. Karena
siang itu adalah siang terakhir, ia ingin
meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia
menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan
apresiatif terhadap pendapat-pendapat
yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi
indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.
Kali ini justru sang istri yang memberikan
ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku
minta maaf, kalau selama ini aku selalu
merepotkan kamu.”
Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan,
“Ayah, maafkan kami semua. Selama ini,
ayah selalu stres karena perilaku kami
semua.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir
kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat
indah. Ia membatalkan niatnya untuk
bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan
setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?
” Ya Allah, apakah maut akan datang
kepadaku. Tundalah kematian itu ya Allah.
Aku takut sekali jika aku harus meninggalkan dunia ini “.

Ia pun buru-buru mendatangi sang Ustad
yang telah memberi racun kepadanya.
Sesampainya dirumah ustad tersebut,
pria itu langsung mengatakan bahwa ia
akan membatalkan kematiannya. Karena
ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah
membuat dia menjadi hidup kembali.

Apa yg terjadi, melihat wajah pria
itu, rupanya sang Ustad langsung
mengetahui apa yang telah terjadi, sang
ustad pun berkata
“Buang saja botol itu. Isinya air biasa kok..
Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup
dalam kepasrahan, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan
menikmati setiap detik kehidupan.

Leburkan egomu, keangkuhanmu,
kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama
sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan.
Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia
kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan.
Itulah jalan menuju ketenangan.
percayalah .. Allah bersama kita.”

Lalu Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Ustad, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman
malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini. . .
Share this article :

Posting Komentar

.
 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. SwaraSahabat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger